Catatan Hitung Rantau

Beranda › Dasar Perhitungan › Contoh Perhitungan ROI Properti Luar Negeri dengan Angka Lengkap

Contoh Perhitungan ROI Properti Luar Negeri dengan Angka Lengkap

Tim redaksi · Diperbarui 2026-10-14 · 5 menit baca

Contoh perhitungan ROI properti luar negeri berikut memakai apartemen ilustrasi 200.000 dolar. Dengan uang tunai 215.000 dan NOI sekitar 8.523 per tahun, arus kas tahunan menghasilkan cash-on-cash sekitar 3,96%. Jika memakai pinjaman 70%, arus kas bisa menjadi negatif. Seluruh angka hanya ilustrasi.

Skenario dan input

Kita pakai input yang sama dengan kelompok isian di kalkulator ROI properti luar negeri RealEstateAbroad, supaya kamu bisa mengisi ulang dan membandingkan.

Input Nilai ilustrasi
Harga beli 200.000
Biaya penutupan 10.000
Renovasi 5.000
Sewa bulanan 1.200
Vakansi 8%
Pajak properti tahunan 1.800
Asuransi 400
Perawatan 1.200
Manajemen (10% sewa efektif) sekitar 1.325
Apresiasi 0% dan 2% per tahun (dua skenario)
Periode 5 tahun

Halaman kalkulator itu berbahasa Inggris dan tidak menjelaskan rinci cara menghitung manfaat pajak, sehingga contoh ini tidak memasukkannya.

Langkah 1: NOI

Sewa kotor 14.400. Vakansi 8% mengurangi 1.152, jadi sewa efektif 13.248. Biaya 4.725 (pajak 1.800, asuransi 400, perawatan 1.200, manajemen 1.325). NOI = 13.248 - 4.725 = 8.523. Cap rate atas harga: 4,26%, atas total biaya 215.000: 3,96%. Konsep ini dibahas di cap rate adalah.

Langkah 2: skenario tunai

Modal tunai 215.000, arus kas 8.523, cash-on-cash 3,96%. Selama 5 tahun tanpa kenaikan sewa dan tanpa apresiasi, total arus kas 42.615, ROI total sekitar 19,8% atau sekitar 4% per tahun (penyederhanaan, tanpa biaya jual).

Langkah 3: skenario pinjaman 70%

Pinjaman 140.000, bunga 6%, 25 tahun: cicilan sekitar 10.824 per tahun. Uang tunai: 60.000 uang muka + 10.000 + 5.000 = 75.000. Arus kas = 8.523 - 10.824 = sekitar -2.301. Selama 5 tahun, kamu menyuntik sekitar 11.506 dari kantong sendiri tanpa apresiasi. Detail simulasinya ada di simulasi KPR properti luar negeri.

Langkah 4: tambahkan apresiasi

Dengan apresiasi 2% per tahun, nilai 200.000 setelah 5 tahun menjadi sekitar 220.816 (200.000 x 1,02^5). Kenaikan sekitar 20.816.

Hasil 5 tahun Tunai Pinjaman 70%
Total arus kas sekitar 42.615 sekitar -11.506
Kenaikan nilai (2% p.a.) sekitar 20.816 sekitar 20.816
Keuntungan sebelum biaya jual dan pajak sekitar 63.431 sekitar 9.310
Modal tunai awal 215.000 75.000
ROI total sederhana sekitar 29,5% sekitar 12,4%
ROI tahunan sederhana sekitar 5,9% sekitar 2,5%

Kunci: pada skenario pinjaman, nyaris seluruh keuntungan berasal dari apresiasi, dan apresiasi adalah komponen paling tidak pasti. Tanpa apresiasi, hasilnya negatif.

Catatan: tabel ini belum memotong sisa pokok pinjaman karena pelunasan bersifat netral terhadap kekayaan, belum memasukkan biaya penjualan, pajak keuntungan atau kurs. Perhitungan ini juga mengabaikan kenaikan sewa; kalau sewa naik, hasil membaik.

Langkah 5: uji skenario buruk

Turunkan sewa 10% dan naikkan vakansi menjadi 15% dengan biaya tetap. Sewa efektif menjadi sekitar 11.016 (14.400 x 0,9 x 0,85), manajemen sekitar 1.102, biaya total sekitar 4.502, NOI sekitar 6.514. Cap rate atas harga turun ke 3,26%, dan di skenario pinjaman arus kas menjadi sekitar -4.310 per tahun. Properti yang terlihat “cukup” pada skenario dasar menjadi beban pada skenario buruk. Lihat bahasan tentang vacancy rate properti sewa.

Yang masih perlu kamu tambahkan

  1. Biaya jual (komisi, pajak) di akhir periode.
  2. Pajak penghasilan sewa, lihat pajak sewa properti luar negeri.
  3. Kurs rupiah, lihat risiko kurs investasi properti luar negeri.
  4. Biaya perabot dan pergantian penyewa.

Cara memakai contoh ini

Salin tabel input ke lembar kerjamu, ganti dengan angka properti yang kamu nilai, lalu bandingkan hasil manualmu dengan kalkulator. Jika selisihnya besar, periksa apakah salah satunya memasukkan komponen yang tidak kamu masukkan, misalnya manfaat pajak. Untuk panduan prosedurnya lihat cara menghitung ROI properti. Hasil ini bukan nasihat investasi.

Variasi skenario yang layak kamu coba

Setelah memahami contoh dasar, ubah satu variabel dalam satu waktu untuk melihat mana yang paling sensitif. Beberapa variasi yang informatif:

Variasi Perubahan Efek kualitatif pada hasil
Sewa naik 3% per tahun Input kenaikan sewa Arus kas membaik bertahap, ROI total naik
Bunga 8% bukan 6% Input bunga Cicilan naik, arus kas pinjaman makin negatif
Biaya perawatan dua kali lipat Input perawatan NOI turun, cap rate turun
Renovasi 20.000 bukan 5.000 Input renovasi Modal naik, imbal hasil turun
Periode 10 tahun Lama kepemilikan Biaya awal terdilusi, apresiasi dan sewa lebih berperan

Cara ini mengidentifikasi variabel yang paling perlu diteliti. Sering kali bukan apresiasi, melainkan sewa efektif dan bunga.

Memeriksa hasil dengan kalkulator

Masukkan input pada tabel awal ke kalkulator ROI properti luar negeri, lalu bandingkan empat hasilnya (cash-on-cash, cap rate, total ROI, ROI tahunan) dengan hitungan di atas. Perbedaan kecil wajar karena pembulatan dan karena alat mungkin menerapkan kenaikan sewa atau manfaat pajak sesuai caranya sendiri, yang tidak dijelaskan di halamannya. Jika beda besar, selidiki sebelum percaya salah satunya.

Untuk cicilan, uji ulang dengan kalkulator KPR yang memberi pembayaran bulanan, total pembayaran dan total bunga, lalu cocokkan dengan angka sekitar 902 per bulan pada contoh pinjaman 140.000, bunga 6% dan 25 tahun.

Menerjemahkan hasil ke keputusan

Pada contoh ini, skenario tunai menghasilkan imbal hasil kecil tetapi stabil, sedangkan skenario pinjaman bergantung pada apresiasi. Tidak ada jawaban benar atau salah: itu soal toleransi risiko dan tujuan. Yang penting adalah kamu melihat angkanya sebelum membeli, bukan setelahnya. Jika hasil terbaik hanya tercapai pada asumsi optimis, tandai sebagai spekulatif. Jika sebuah properti tetap layak pada skenario buruk, kamu punya margin keamanan.

Setelah itu lanjutkan ke pemeriksaan yang tak bisa dilakukan kalkulator: hukum dan kepemilikan di checklist hukum, dan biaya yang mungkin terlewat di biaya penutupan.

Menyimpan catatan hasil

Simpan setiap hitungan beserta tanggal dan asumsi di satu berkas. Ketika kamu membandingkan lima properti dalam beberapa pekan, catatan ini mencegah kekeliruan membandingkan angka yang dihitung dengan asumsi berbeda. Tulis juga alasan menolak sebuah penawaran; setahun kemudian catatan itu sering membantu menilai apakah penilaianmu waktu itu tepat. Menandai angka yang tebakan dan angka yang berasal dari sumber membuat evaluasi berikutnya jauh lebih mudah.

Hal yang sengaja tidak dihitung di contoh ini

Contoh ini menyederhanakan: tidak ada kenaikan sewa, tidak ada pajak penghasilan, tidak ada biaya jual, tidak ada pergantian perabot, tidak ada kurs. Setiap penyederhanaan membuat hasil tampak sedikit lebih baik atau lebih buruk dari kenyataan. Tujuannya mengajarkan alur, bukan memberi jawaban. Pada properti nyata, tambahkan komponen-komponen itu satu per satu dan perhatikan bagaimana tiap komponen menggeser hasil. Itulah cara belajar yang paling cepat memahami properti mana yang tahan uji.

Pertanyaan umum

Apakah angka di contoh ini data pasar?

Bukan. Semua angka ilustrasi untuk menunjukkan mekanisme hitung dan tidak mewakili negara atau properti tertentu.

Berapa apresiasi yang sebaiknya diasumsikan?

Mulai dari nol, lalu tambahkan skenario konservatif berdasarkan data historis lokal yang bisa diverifikasi. Hindari mengandalkan apresiasi untuk menutup arus kas negatif.

Apakah ROI tahunan sama dengan rata-rata geometrik?

Tidak selalu. Membagi total ROI dengan jumlah tahun adalah penyederhanaan. Untuk periode panjang, hitung tingkat pertumbuhan majemuk bila perlu.

Bagaimana mengisi contoh ini di kalkulator?

Masukkan harga, biaya penutupan, renovasi, uang muka, bunga, tenor, sewa, vakansi dan biaya tahunan sesuai tabel, lalu bandingkan hasil dengan hitungan manual.